Jumat, 25 Januari 2013

Pergaulan Bebas di Kalangan Pelajar


Pergaulan Bebas di Kalangan Pelajar
Penyebutan kata pelajar adalah memiliki makna seorang anak yang sedang menempuh studi pendidikan. Biasanya penyebutan pelajar ini identik dengan usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah (SMP-SMA). Namun, kini makna pelajar semakin menurun, bahkan cenderung jauh dari yang seharusnya. Sekarang semakin banyak pergaulan bebas di kalangan pelajar.Bagaimana tidak, kemodernan zaman sudah sangat menggerus moral dan sikap pelajar kita sekarang ini. Memang hal ini tidak terpancar dari semuanya, namun yang sedikit ini menjadi carut marut dunia pendidikan dan mencoreng nama baik sekolah itu sendiri.
Saat ini pergaulan bebas melebar luas dimana saja, dan umumnya bagi para kaum remaja. Usia anak remaja adalah usia yang sangat mudah terpengaruh oleh apa saja atau usia puber, dan sifatnya juga masih sangat labil dimana pada saat-saat itulah remaja merasa dirinya paling benar. Oleh sebab itu remajalah yang paling banyak korban dari pergaulan bebas.
Saat ini kita ketahui banyak remaja melakukan pergaulan bebas, seperti seks di luar nikah, mengkonsumsi barang-barang terlarang, hiburan malam, dan pergaulan lain. Bisa kita lihat anak-anak remajalah yang menjadi korban dalam pergaulan bebas tersebut, dan tidak menutup kemungkinan banyak anak-anak remaja yang sekolahnya putus, karena mereka merasa lebih penting pergaulan bebas dari pada sekolah.Padahal mereka tidak menyadari betapa pentingnya sekolah untuk masa depan mereka, sementara pergaulan bebas hanya membuahkan penyesalan dikemudian hari bahkan seumur hidup menghantui perasaan nya .

Faktor-faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas adalah: rasa gengsi, rasa keingintahuan, korban dari pertengkaran keluarga (broken home), hidup sendiri, dll.
Hal tersebut akan menimbulkan sikap-sikap yang tidak punya santun kepada siapa saja, bahkan kepada orang tua mereka. Betapa kecewanya orang tua melihat anaknya seperti itu. Hal tersebut akan merugikan diri sendiri karena kemudian hari mereka akan sadar dengan sikap-sikap mereka.
Akan tetapi remaja juga bisa tidak terkena pergaulan tersebut apabila para remaja mengambil kesibukan seperti, sibuk dengan les sekolah, sibuk dengan sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah, mengikuti acara- acara  keagamaan, ikut kegiatan sosial dalam masyarakat, dan lain-lain sehingga tidak ada waktu untuk bermain. Karena apabila sedikit melangkah salah maka akan menjadi korban karena pergaulan bebas ada dimana-mana.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar